Ads

Ini Alasan Mengapa Digigit Nyamuk Terasa Gatal


Halo pembaca setia blog KAPU (Kumpulan Artikel Pengetahuan Umum). Kali ini saya mau membahas tentang hewan yang selalu bikin jengkel. Gak pagi, siang atau malam hari hewan ini selalu saja mengincar darah segar dari tubuh kita. Yup apa lagi kalau bukan si nyamuk.


Apa lagi kalau kita sedang tertidur nyenyak, setelah seharian lelah beraktivitas, bunyi dengungan nyamuk datang mengganggu dan tiba-tiba merasakan sengatan tajam di tangan dan kaki. Terus efeknya kulit langsung terasa gatal dan muncul bentol kemerahan.

Baca juga artikel menarik lainnya : Mengapa Kepala Ayam Maju Mundur Ketika Berjalan??

Secara spontanitas, kita akan langsung menggaruk bagian yang memerah tersebut bukan? Kalau sudah begini, kesalnya bukan main. 


Nyamuk itu nggak menggigit, tapi...

Kita beranggapan kalau selama ini nyamuk itu menggigit, padahal nyamuk nggak menggigit loh, tapi menghisap. Dan yang melancarkan aksi ini adalah nyamuk betina. Ia menggunakan mulutnya yang berbentuk seperti jarum untuk menusuk ke dalam kulit mangsanya, lalu ia gunakan untuk menghisap darah.

Perlu kalian ketahui guys, kalau bagian dari kulit sekitar kurang dari lima persen terdiri dari pembuluh darah. Nah, jadi ketika nyamuk hinggap di tubuh kita untuk nyari makanan atau ngemil, ia akan menggunakan moncongnya.

Kalau dari jauh sih moncong nyamuk kelihatan kayak jarum tipis, eh tapi nih ya guys, moncong ini (disebut proboscis), adalah alat penggergaji dan penghisap, dan terbungkus dalam tabung yang disebut labium. Lalu ketika si nyamuk mau menghisap darah kita, tabung pembungkus tadi akan membuka dan memperlihatkan enam bagian mulut (filamen) yang menusuk ke dalam kulit.

Hebatnya lagi, ketika si nyamuk menghisap mangsanya, keenam bagian mulut ini akan mekar dan bergerak secara fleksibel untuk mencari pembuluh darah terdekat. 


Kenapa kita bisa merasa gatal/bentol?

Sebenarnya gatal dan bentol dari bekas "gigitan" nyamuk bukan karena gigitan nyamuk atau air liur si nyamuk guys, melainkan karena respon dari sistem imun tubuh terhadap air liur tersebut. Air liur si nyamuk mengandung kadar enzim dan protein yang nantinya akan melewati pembekuan darah alami tubuh kita. Hal inilah yang menyebabkan reaksi alergi ringan pada tubuh kita guys.

Lalu sistem kekebalah tubuh kita akan merespon alergen tersebut dengan cara melepaskan HISTAMIN. Histamin apa sih? Jadi histamin ini menyebabkan pembuluh darah di sekitar area bekas gigitan nyamuk meradang, sehingga kemudian timbul bentol merah di kulit. Histamin juga mengiritasi ujung-ujung saraf dalam kulit dan menyebabkan rasa gatal.

Gimana guys, sudah paham kan mengapa kalau kita digigit nyamuk timbul bentol dan terasa gatal. Semoga bermanfaat ya guys.
SHARE

Author

Hi. Saya Hendra. Saya senang menulis artikel tentang pengetahuan umum dan membagikannya melalui blog ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat serta menambah wawasan para pembaca sekalian

  • Image
  • Facebook
  • Image
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Untung terasa gatal kalau nggak obat nyamuk nggak laku soalnya nggak kerasa digigit nantinya

    ReplyDelete